Minggu, 18 Oktober 2015

Belajar Tentang Cerpen

Cerpen adalah sebuah karya tulis yang tercipta dari buah pikir sang penulis. Karya tersebut dapat berasal dari imajinasi maupun kisah kehidupan nyata sang penulis. Tidak semua orang bisa menulis cerpen yang menarik. Cerpen yang menarik dapat menarik perhatian pembaca dari paragraph awal. Kita juga dapat mengembangkan cerpen tersebut menjadi sebuah novel.

Langkah-langkah membuat cerpen, yaitu :

1. Tema

Pada sebuah cerpen pertama-tama kita harus menentukan tema apa yang ingin kita ambil, tema dapat diambil dari pokok pikiran, judul, alur cerita dan lainnya.

2. Judul yang Menarik

Judul memiliki peran yang penting dalam sebuah karangan. Kita sebagai pembaca pertama-tama yang dilihat dari sebuah tulisan adalah judul. Karena semakin judul itu menarik maka akan ada ketertarikan pembaca untuk melihat lebih lanjut.

3. Tentukan Pokok pikiran

Buat beberapa pokok pikiran dalam setiap paragraf. Setelah itu kita dapat menentukan isi dari setiap paragraph tersebut. Agar penulisannya tidak keluar dari apa yang ingin ditulis.

4. Alur

Setelah menentukan tema dan pokok cerita, kita membuat alur cerita tersebut dengan menempatkan inti cerita di bagian awal, tengah, ataupun akhir

5. Penentuan Tokoh dan watak

Tokoh dan watak dari setiap tokoh harus sesuai dengan isi dari cerita. tentukan tokoh utama, tokoh pembantu dan lainnya agar cerita dapat berjalan lebih menarik.

6. Penggunaan Tata Bahasa

Dalam menulis penggunaan EYD yang benar merupakan keharusan. Agar para pembaca mengerti dan paham dengan apa yang dibacanya.

Dalam menulis cerpen harus mengikuti langkah-langkah tersebut. Pencarian tema dan pokok pikiran apa yang mau disampaikan harus dipikirkan dengan benar. Penggunaan EYD juga harus diperhatikan jangan sampai membuat salah pengertiaan untuk pembaca,

Contoh Cerpen (Karya Sendiri)

Diam Bukan Tanpa Arti

Ada anak bernama Joku, dia anak yang pendiam. Sehingga dia seperti tidak dianggap dikelasnya tapi dia mempunya teman baik diluar sekolah yaitu Marsya dan Danel. Mereka berteman dari kecil, mereka selalu bermain bersama. Setiap ada masalah mereka selalu saling bercerita satu sama lain. Joku sebenarnya bukan bermaksud untuk diam tapi dia hanya malu dan takut untuk memulai bersosialisai.

Pada saat dia diam bukan berarti dia tidak berbuat apa-apa. Dia selalu memperthatikan lingkungan dan teman-temannya yang berada dikelas. Dengan seiring waktu dia mengetahui watak teman-temannya tersebut. Walaupun dia seperti tidak dianggap dikelas, dia tetap menganggap semua yang ada disana adalah temannya.

Suatu ketika ada temannya yang ada masalah, tetapi tidak ada yang memperdulikan orang tersebut. Joku berfikit “Ada masalah apa dengan dia?” tapi Joku tidak berani untuk bertanya ke orang tersebut. Ketika pulang sekolah Joku, Marsya dan Danel berkumpul, dan Joku bercerita pada mereka. Lalu mereka memberikan saran kepada Joku agar harus berani mencoba untuk mendekatkan diri untuk berbicara kepada teman dikelasnya.

Akhirnya Joku memutuskan untuk memberanikan diri. Saat jam istirahat sekolah Joku mendekati temannya tersebut dan bertanya mencoba membantunya. Akhirnya mereka berteman dan Joku yang pendiam ini memiliki banyak teman karena setiap saat dia memperhatikan dalam diamnya, dia tahu temannya dalam suatu masalah dan Joku segera membantu temannya. Joku yang pendiam kini sudah berubah menjadi orang yang di percaya oleh teman-temannya.

Sekian cerpen buatan saya ini, saya sadari masih banyak kekurangan. Mungkin dengan seiringnya waktu penulisan saya menjadi lebih baik. Mungkin tidak semua dapat menulis tapi jika mau belajar apapun yang kita pelajari pasti akan bias kita lakukan.



Minggu, 11 Oktober 2015

Kalimat Efektif

Pengertian kalimat efektif adalah kalimat yang diutarakan dengan ejaan ataupun tanda baca agar bacaannya lebih mudah di mengerti. Dengan kalimat efektif kita bisa mengutarakan kalimat dan memberikan efek pada lawan bicara ataupun pembaca agar dapat menjelaskan gagasan seperti apa yang diinginkan oleh pembicara/penulis.
Dalam suatu kalimat efektif harus memiliki unsur-unsur seperti berikut:
1.    Mudah dimengerti
2.    Tidak menimbulkan salah faham/tafsir
3.    Tepat sasaran
4.    Kalimat harus sistematis
Dari unsur-unsur diatas dapat kita lihat bahwa kalimat efektif bisa untuk memperpendek kalimat, membuat suatu kalimat menjadi tidak bertele-tele dan dengan kalimat efektif  kita dapat membuat kalimat menjadi lebih jelas. Dengan kata lain kalimat menjadi lebih dapat dimengerti oleh pendengar atau pembaca. Selain itu kalimat efektif juga dapat membuat lawan bicara/pembaca lebih fokus dengan apa yang disampaikan.
Kalimat efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Memiliki ‘SPOK’
Kalimat efektif harus memiliki subjek,predikat,objek dan keterangan (SPOK) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal.
Contoh :
Besok saya akan berwisata ke pantai (Tidak efektif)
Besok saya akan pergi ke pantai (Efektif)

Paralel atau Sejajar
Pada kalimat efektif pun bisa terjadi kesamaan pada bentuk kata secara paralel. Misalnya Jika kata pertama berbentuk kata kerja, maka kata selanjutnya pun berbentuk kerja.
Contoh:
Cara – cara belajar yang baik adalah memahami, mengetahui, dan pengaplikasian (Tidak efektif)
Cara – cara belajar yang baik adalah memahami, mengetahui, dan mengaplikasikan (Efektif) 

Kehematan kata
Sebuah kalimat efektif tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu digunakan untuk menghindari pemborosan agar hemat, tetapi tidak mengurangi makna atau informasi yang ada pada kalimat tersebut.
Contoh:
Saya tidak suka Ketoprak dan saya tidak suka Gado-gado.        (Tidak efektif)
Saya tidak suka Ketoprak dan Gado-gado.                    (Efektif)

Kecermatan
Kecermatan yang di gunakan pada sebuah kalimat efektif adalah kecermatan dalam memilih kalimat yang tidak menimbulkan tafsir ganda dan harus tepat diksi nya agar tidak ada kerancuan.
Contoh :
Tugas baru diberikan ke ruang dosen.                 (Tidak efektif)
Tugas yang baru diberikan ke ruang dosen.                   (Efektif)

Ketegasan
Pada kalimat efektif pun dilakukan penegasan agar inti kalimat atau ide pokok bisa lebih menonjol.
Contoh :
Sudah saya tonton film itu.      (Tidak efektif)
Film itu sudah saya tonton.      (Efektif)

Perpaduan atau Kepaduan
Perpaduan pada suatu kalimat efektif dilakukan agar informasi tidak terpecah-pecah.
Contoh :
Dimas membicarakan tentang pengalaman menontonnya.   (Tidak efektif)
Dimas membicarakan pengalaman menontonnya.                   (Efektif)

Kesimpulan :
Dalam menggunakan Kalimat efektif subjek tidak boleh ganda dalam kalimat tunggal. Hindari pemakaian kata depan (preposisi) didepan subjek. Pengunaan kata imbuhan juga harus tepat, Bila kalimat menggunakan kata kerja berimbuhan di- maka bagain kalimat yang lain harus mengunakan di- juga. Dalam kalimat efektif tidak perlu mengunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata yang digunakan harus tepat agar tidak menimbulkan kerancuan/pemahaman kata yang salah.
Ide pokok yang akan dikeluarkan harus diberi penekanan, biasanya ide pokok diletakkan didepan suatu kalimat. Pemilihan kalimat yang akan dikeluarkan juga harus dipikirkan baik-baik, kalimat yang dikeluarkan haruslah berupa kalimat yang logis dan bisa di mengerti oleh semua orang.
Kalimat Efektif digunakan bukan hanya untuk mempermudah penulis, tetapi juga untuk mempermudah pembaca dan lebih menghemat waktu dan ruang. Oleh karena itu Kalimat efektif sering digunakan pada tulisan ilmiah seperti skripsi, tesis, laporan dan juga karya jurnalistik.

Referensi :