Jurnal Etika Dan Profesi Dalam Bidang TI by Dimas Pramudita on Scribd
Minggu, 26 Maret 2017
Minggu, 19 Maret 2017
Modus-modus kejahatan dalam Teknologi Informasi
Ancaman melalui Teknologi Informasi merupakan hal yang merugikan banyak pihak, baik individu, masyarkat, dan lain sebagainya. Ancaman yang terjadi bisa terjadi dari kegagalan sistem, bencana alam, maupun kesalahan manusia itu sendiri. Sistem keamanan komputer merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk mengamankan kinerja dan proses komputer. Penerapan keamanan komputer dalam kehidupan sehari-hari berguna sebagai penjaga sumber daya sistem agar tidak digunakan, modifikasi, interupsi, dan diganggu oleh orang yang tidak berwenang. Berikut merupakan ancaman-ancaman yang terjadi melalui sistem informasi.
A. Kegagalan Sistem
- Gangguan listrik.
- Kegagalan peralatan.
- Kegagalan fungsi perangkat lunak. dll
B. Bencana Alam
- Gempa Bumi.
- Banjir.
- Kebakaran, dll.
C. Kesalahan Manusia
- Kesalahan Input dan Output Data
- Hacking
- Sabotase
- Pencurian, dll.
Pada kasus kejahatan teknologi informasi yang biasanya dilakukan oleh manusia itu sendiri, sulit dimengerti oleh orang-orang yang tidak menguasai pengetahuan tentang komputer, teknik pemrograman dan seluk beluk dunia cyber. Kerugian yang ditimbulkan dapat bersifat material maupun non-material Waktu, nilai, jasa, uang, barang, harga diri, martabat bahkan kerahasiaan informasi.
Contoh Kasus :
Pemerintah Amerika Serikat mendakwa dua agen intelijen Rusia dan dua hacker atas tuduhan meretas dan mencuri 500 juta akun Yahoo yang terjadi pada 2014 lalu.
Dalam aksinya itu, mereka tak cuma mencuri data rahasia, namun dalam waktu bersamaan juga memanfaatkannya untuk menghasilkan uang. FSB sendiri adalah lembaga penerus KGB, yang merupakan biro intelijen Rusia.
Dari kasus tersebut dapat dilihat bahwa para hacker memanfaatkan celah yang ada selain mendapatkan data-data yang penting dari suatu instansi, mereka juga dapat memanfaatkan data-data tersebut untuk menghasilkan uang. Hal tersebut merugikan bagi instansi yang diretas. Dalam kasus ini peretasan yang dialami oleh yahoo tidak hanya merugikan pihak yahoo, tetapi pihak lain yang menggunakan layanan dari yahoo tersebut juga mengalami kerugian. Untuk itu keamanan memang harus terjaga, harus ada perbaruan dari waktu ke waktu karena teknologi sudah semakin canggih, dengan kemanan yang baik maka dapat memberikan keamanan bagi instansi dan pengguna layanan yahoo tersebut.
Sumber :
- https://id.wikipedia.org/wiki/Keamanan_komputer
- https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwj9vaCqmOLSAhVLQI8KHTzcBUYQFggmMAI&url=http%3A%2F%2Firmarr.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F11611%2FModus%2BKejahatan%2Bdalam%2BTI.doc&usg=AFQjCNF8mUwpOcaGjNSH8-tQiHD7g8Y-7g&sig2=XtZaNwMN3GzSqvPNwCtKQA
- http://fti.uajm.ac.id/ajar/Etika%20Profesi%20Komputer/03%20Modus-Modus%20Kejahatan%20Dalam%20Teknologi%20Informasi.pdf
- http://journal.uii.ac.id/index.php/snimed/article/download/6332/15
- https://inet.detik.com/security/d-3448410/as-hacker-yahoo-dibekingi-intelijen-rusia
Selasa, 14 Maret 2017
Profesionalisme dan Kode Etik
Profesional adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang.
Seseorang yang memiliki jiwa profesionalisme senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan kerja-kerja yang profesional. Kualiti profesionalisme didukung oleh ciri-ciri sebagai berikut :
- Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati ideal.
- Meningkatkan dan memelihara prilaku profesional
- Keinginan untuk sentiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualiti pengetahuan dan keterampiannya.
- Mengejar kualiti dan cita-cita dalam profesion
- Memiliki kemampuan / keterampilan dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan bidang pekerjaan IT.Seorang IT harus mengetahui dan mempraktekkan pengetahuan ITnya ke dalam pekerjaannya.
- Punya ilmu dan pengalaman dalam menganalisa suatu software atau Program.
- Bekerja di bawah disiplin kerja
- mampu melakukan pendekatan disipliner
- Mampu bekerja sama
- Cepat tanggap terhadap masalah client.
Golongan Profesional sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya. Dengan membuat kode etik, profesional itu sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk mewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya benar. Hal ini tidak akan pernah bisa dipaksakan dari luar.
Jadi seorang profesional merupakan seorang profesi yang memiliki keahlian yang tinggi dibidangnya, dan dapat dipraktekan dalam pekerjaannya. Dalam pekerjaanya seorang profesional menghasilkan hasil yang berkualitas sesuai dengan keahliannya. Seorang profesional dapat dilihat dari keinginannya untuk terus mengembangkan keahliannya tersebut, juga selalu menghasilkan pekerjaan yang sangat baik.
Sumber :
- https://ms.wikipedia.org/wiki/Profesionalisme
- http://eprints.undip.ac.id/4907/1/Etika_Profesi.pdf
- http://www.unhas.ac.id/rhiza/arsip/kuliah/ETIKA_PROFESI/PENGERTIAN-ETIKA-PROFESI-byMarnoUNBRAW.pdf
- http://muhammadputraaa.blogspot.co.id/2015/07/apa-itu-profesionalisme-ciri-ciri.html
Etika dan Profesi
Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan penilaiannya.
Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia :
1.ETIKA DESKRIPTIF
Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
2.ETIKA NORMATIF
Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
Etika ini diterapkan dalam menjalankan suatu profesi. Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetap sesuai. Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, belum cukup disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan, dan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek.
Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education, ada 10 ciri khas suatu profesi, yaitu:
- Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas.
- Suatu teknik intelektual.
- Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis.
- Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi.
- Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan.
- Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri.
- Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya.
- Pengakuan sebagai profesi.
- Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi.
- Hubungan yang erat dengan profesi lain.
Dengan adanya etika kita dapat menilai baik dan buruk tindakan yang dikerjakan, terutama dalam sebuah profesi yang harus mematuhi aturan-aturan tertentu dengan adanya etika seorang yang bekerja disuatu bidang, dapat mengukur apa yang dikerjakannya tersebut baik atau buruk. Sebuah profesi memiliki ciri khas yang menununjukan mereka adalah seorang yang berprofesi dibidangnya masing-masing, dan ciri khas tersebut akan terlihat dari penguasaan teori dan praktek seorang profesi dalam pekerjaannya.
Sumber :
- http://eprints.undip.ac.id/4907/1/Etika_Profesi.pdf
- http://www.unhas.ac.id/rhiza/arsip/kuliah/ETIKA_PROFESI/PENGERTIAN-ETIKA-PROFESI-byMarnoUNBRAW.pdf
- https://id.wikipedia.org/wiki/Profesi
- https://id.wikipedia.org/wiki/Etika
- https://oktapriyantobagus.wordpress.com/2016/04/25/profesi-tata-laku-etika-berprofesi-di-bidang-ti-ciri-ciri-profesionalisme-dan-kode-etik-profesional-jenis-jenis-ancaman-melalui-ti/
Langganan:
Postingan (Atom)