Minggu, 24 April 2016

Pengaruh Oksigen Mempengaruhi Pembakaran


BAB I
PENDAHULUAN

Dalam bab ini akan dibahas mengenai latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian dan kegunaan penelitian.

1.1 Latar Belakang
Lilin adalah benda yang biasa untuk menerangi saat gelap. Lilin memiliki sumbu di bagian tengah atas dan apabila sumbu tersebut dinyalakan maka perlahan lahan lilin akan meleleh. Biasanya terbuat dari zat lemak yang banyak digunakan untuk melapisi sumbu agar terlindung terhadap udara, air dan perubahan kimia. 

Temuan paling awal dari dunia primitif. Sejarah mencatat bahwa orang Mesir sudah menggunakan lilin sejak tahun 3000 SM. Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Sebelum abad ke-19, bahan bakar yang digunakan biasanya adalah lemak sapi (yang banyak mengandung asam stearat. Sekarang yang biasanya digunakan adalah parafin. Dengan menyebarnya penerangan listrik, pada abad I, orang-orang Romawi menggunakan lilin yang sumbunya berupa alang - alang.

Di abad berikutnya, orang-orang Mesir Kuno mengganti batang alang-alang dengan sumbu serat yang dicelupkan ke dalam lemak cair, didinginkan, dan kembali dicelupkan ke dalam lemak cair, didinginkan, dan kembali dicelup sampai ketebalan tertentu. Diduga, lilin langsing itulah nenek moyang lilin batangan modern seperti yang ada sekarang ini.

Dalam suatu pembakaran dibutuhkan agar api dapat menyala yaitu : bahan bakar yang dapat terbakar, panas, dan oksigen, yang memungkinkan timbulnya api disebut dengan segitiga api (fire triangle). Api tersebut hanya dapat terjadi bila ketiga komponen berada pada saat yang bersamaan.

Melihat pentingnya oksigen dalam proses pembakaran untuk itu penulis melakukan percobaan dengan mengganggu pembakaran lilin dengan gangguan udara/oksigen Agar lebih mengetahui tentang proses pembakaran tersebut.

1.2 Identifikasi Masalah
Dengan melihat pentingnya ketiga unsur tersebut dalam suatu proses pembakaran. Tanpa gangguan apapun dengan ketiga unsur tersebut pembakaran akan terjadi dengan sempurna. Dengan diberikan gangguan udara kita dapat melihat perubahan apa yang dialami dalam proses pembakaran.

1.3 Pembatasan Masalah
Dalam percobaan ini kita batasi dengan menggunakan 3 metode, yaitu : gelas yang menutup lilin, lilin di airi dasarnya lalu ditutup dengan gelas gelas dan lilin dinyalakan biasa.

1.4 Perumusan Masalah
Masalah dalam penelitian ini adalah pembakaran lilin. Adapun permasalahnnya adalah “Pengaruh Gangguan Udara Terhadap Pembakaran Lilin”.

1.5 Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui mengetahui pengaruh udara bagi proses pembakaran lilin.

1.6 Kegunaan Penelitian
Untuk mengetahui bahwa proses pembakaran membutuhkan udara dan memahami bagaimana proses pembakaran tersebut terjadi.


BAB II
LANDASAN TEORI

Dalam bab ini akan diuraikan sejumlah teori yang berhubungan dengan permasalahan yang akan diteliti, yaitu : Gangguan Udara dalam proses pembakaran. 

2.1 Pengertian Pembakaran Lilin
Pembakaran adalah sebuah reaksi yang melepaskan energi panas. Begitu dimulai, reaksi tersebut melepaskan panas lebih dari cukup untuk melelehkan lilin lebih banyak sehingga preoses pembakaran terus terjadi. Pada peristiwa pembakaran lilin terjadi perubahan fisika dan perubahan kimia.

Gejala ini disebabkan karena adanya gaya adhesi atau kohesi antara zat cair dan dinding celah tersebut. Kohesi adalah gaya di antara molekul – molekul dengan jenis yang sama dan adhesi adalah gaya antar molekul yang jenisnya berbeda (Giancoli, 2001). Panas api menyebabkan cairan wax menguap dan selanjutnya akan bercampur dengan oksigen sehingga terjadi proses pembakaran.

Dari perbedaan massa lilin sebelum dan sesudah di bakar dapat kita ketahui bahwa paraffin padat yang terbakar juga mengalami penguapan. Proses pebakaran lilin akan mengahasilkan cahaya dan energi panas. Pembakaran ini juga menghasilkan gas dan asap yang terbang keudara. Gas yang dihasilkan adalah gas karbon dioksida (CO2).

2.2 Pengertian Oksigen
Oksigen ditemukan di sekitar kita. Ini adalah salah satu elemen yang paling penting di planet bumi. Oksigen membentuk sekitar 21% dari atmosfer bumi dan 50% dari massa kerak bumi. Oksigen merupakan salah satu atom yang membentuk air (H2O).

Oksigen merupakan elemen penting bagi kehidupan di Bumi. Ini adalah unsur yang paling berlimpah dan terdapat dalam tubuh manusia sampai sekitar 65% dari massa tubuh. Oksigen digunakan oleh hewan dan tumbuhan dalam proses respirasi (pernapasan). Tabung oksigen digunakan untuk mengobati orang yang memiliki masalah pernapasan. Mereka juga digunakan sebagai pendukung kehidupan bagi astronot dan penyelam.

Sebagian besar oksigen yang digunakan dalam industri digunakan dalam pembuatan baja. Aplikasi lain termasuk membuat senyawa baru seperti plastik dan menciptakan api yang sangat panas untuk pengelasan. Oksigen cair dikombinasikan dengan hidrogen cair untuk membuat bahan bakar roket.

2.3 Faktor yang mempengaruhi Pembakaran

Panas + Udara + Bahan Bakar => Pembakaran

Udara dan bahan bakar yang dipanaskan akan menghasilkan pembakaran, sehingga menghasilkan gaya yang diperlukan untuk memutarkan engine. Udara yang mengandung bahan Oksigen diperlukan untuk membakar bahan bakar. Sementara bahan bakar menghasilkan gaya. Ketika bahan bakar dikabutkan di ruang bakar maka bahan bakar akan sangat mudah untuk dinyalakan dan akan terbakar dengan effisien. Pembakaran dapat terjadi ketika campuran bahan bakar dan udara dikompresikan sampai dihasilkan panas yang cukup (+ 1000 derajat F) sehingga dapat menyala tanpa bantuan percikan bunga api.


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Dalam bab ini akan diuraikan mengenai metode penelitian yang meliputi waktu dan tempat, metode penelitian, teknik pengumpulan data dan metode analisis data.

3.1 Waktu dan Tempat
Peneilitian dilakukan di Rumah yang beralamat di jalan jeruk manis no 3

3.2 Metode Penelitan
Percobaan ini menggunakan hukum fisika, percobaan yang merupakan hal yang sederhana untuk melihat pengaruh udara terhadapat pembakaran. 

3.3 Teknik pengumpulan data
Teknik observasi yaitu melakukan percobaan langsung.

3.4 Analisis Penelitian
Dengan melakukan percobaan langsung dapat dilihat pengaruh udara terhadapat proses pembakaran. Apakah api akan padam atau tetap menyala akan terlihat dalam proses percobaan ini. Percobaan dilakukan dengan objek lilin dan hasilnya dapat kita lihat apakah perbedaan pembakaran tanpa gangguan udara/dinyalakan seperti biasa dengan 2 percobaan yang akan dilakukan tersebut.


BAB IV
LAPORAN PENELITIAN

Bab ini membahas orientasi kancah, persiapan penelitian, pelaksanaan penelitian dan hasil analisis data penelitian.

4.1 Persiapan Penelitian

1.Persiapan Penelitian

Penelitian dilakukan secara langsung dengan menggunakan alat-alat yang telah disediakan. Dengan menggunakan metode yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan alat-alat sebagai berikut:

- Lilin
- Gelas bening
- Piring
- Korek api
- Air

4.2 Pelaksanaan Penelitian
Setelah bahan-bahan disiapkan maka lakukan dua percobaan dengan cara :

Percobaan 1:
- Menyiapkan alat dan bahan
- Nyalakan lilin di atas piring. Kemudian tutup lilin dengan gelas.
- Amati dan catat apa yang terjadi

Percobaan 2:
- Menyiapkan alat dan bahan
- Nyalakan lilin diatas piring
- Beri air secukupnya pada piring
- Tutup lilin dengan gelas
- Amati dan catat apa yang terjadi

4.3 Hasil Analisis Data Penelitian

Hasil Percobaan 1:
Ketika Lilin ditutup dengan gelas, ternyata nyala lilin makin redup dan akhirnya padam.
Hasil Percobaan 2:
Seperti pada percobaan 1, lilin pelan-pelan redup kemudian padam. Lalu air yang berada diluar gelas tersedot masuk ke dalam gelas dan permukaannya naik.


BAB V
PENUTUP

Pada bab ini akan diuraikan mengenai pembahasan, kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan hasil penelitian.

5.1 Pembahasan

Pada percobaan 1 dapat diketahui bahwa pada saat lilin ditutup dengan gelas, lilin masih menyala karena masih ada udara dalam gelas. Lalu api memanaskan udara lama kelamaan udara habis dan akhirnya lilin padam karena kehabisan udara. 

Sementara pada percobaan 2 dapat diamati air masuk ke dalam gelas setelah lilin padam. Hal ini disebabkan tekanan udara di dalam gelas menyusut karena pembakaran atau nyala lilin, lalu udara dalam gelas kososng, sehingga air tersedot masuk ke dalam gelas. 

5.2 Kesimpulan

Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan yaitu: udara berpengaruh terhadap pembakaran lilin, dilihat dari padamnya api didalam gelas. Hal ini disebabkan karena ketika terjadi pembakaran dalam gelas, awalnya terjadi pengembangan udara, pada saat yang sama terjadi peningkatan uap air dalam udara. Lilin ditutup dengan gelas akan padam karena kehabisan oksigen. Diruang tertutup oksigen terbatas, hasil pembakarannya Karbondioksida mengumpul digelas, sehingga lilin padam kehabisan oksigen. Dari kedua percobaan dan pengamatan dapat di lihat proses pembakaran memerlukan udara dan ketika udara mendingin, tekanannya menyusut.

5.3 Saran

Percobaan sederhana ini dapat membantu dalam pembelajaran disekolah dan dapat diperaktekaan sendiri dirumah. Bahan-bahan cukup sederhana, untuk anak-anak diharapkan meminta bantuan orang tua.


Daftar Pustaka

1. http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-lilin/

2. http://indonesiaindonesia.com/f/121681-sejarah-lilin/

3. http://adlyfirma.blogspot.co.id/2012/04/peranan-oksigen-dalam-proses-pembakaran.html

4. http://adlyfirma.blogspot.co.id/2012/04/peranan-oksigen-dalam-proses-pembakaran.html

5. http://budisma.net/2015/02/pengertian-ciri-dan-sifat-oksigen.html

6. https://dianafrcercon27.wordpress.com/2013/04/01/lilin-perubahan-fisika-atau-kimia/

7. http://disafa-casafa.blogspot.co.id/2011/11/pengaruh-udara-terhadap-pembakaran.html







Eksistensi Bahasa Indonesia di Era Globalisasi

Bahasa yang semakin global dipakai oleh semua bangsa di dunia ialah Bahasa Inggris, walaupun pemakainya semakin besar sebagai Bahasa kedua, masyarakat suatu negara akan semakin kuat juga memempertahankan Bahasa ibunya. Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting bagi kita rakyat Indonesia. Bahasa Indonesia ini merupakan jati diri kita. Untuk itu dibutuhkan pembinaan dan pengenalan Bahasa indonesia kepada warganya. Hal tersebut penting agar masyarakat indonesia tidak terpengaruh dengan arus teknologi yang semakin berkembang agar jati diri bangsa ini tidak terpengaruh dengan budaya asing.

Bangsa Indonesia mau tidak mau harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara tidak langsung memperkaya khasanah Bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk Bahasa Indonesia, yang dalam itu, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan IPTEK itu.

Peningkatan fungsi Bahasa Indonesia sebagai sarana keilmuan perlu terus dilakukan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seiring dengan perkembangan, peningkatan mutu pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah perlu terus dilakukan. Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak lepas dari belajar membaca, menulis, menyimak, berbicara, dan kemampuan bersastra. Akan tetapi banyak masyarakat sekarang ini tidak memperdulikan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa. 

Sumber daya manusia berperan dalam perkembangan Bahasa Indonesia. Keberhasilan pembinaan dan perkembangan suatu bahasa dapat dilihat dari bagaimana masyarakat sebagai sumber daya manusia yang kompeten untuk melakukan hal untuk negara ini harus pandai dalam memanfaatkan suatu peluang dalam melakukan pembinaan dan mengembangkan Bahasa Indonesia di era globalisasi ini.

Sikap positif terhadap bahasa Indonesia akhit-akhir ini memang sudah menampak, walaupun belum seperti yang kita harapkan. Hal ini berarti bahwa pembinaan bahasa Indonesia yang telah dilaksanakan oleh pemerintah dalam berbagai bentuknya telah menampakkan hasil yang cukup menggembirakan. Bahasa Indonesia telah memperlihatkan peranannya dalam kehidupan bangsa Indonesia, baik sebagai sarana komunikasi maupun sebagai pendukung ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan supaya bahasa Indonesia benar-benar menjadi kebanggan kita sebagai bangsa Indonesia.

Masyarakat global termsuk masyarakat indonesia ini lebih kebanyakan tertarik belajar Bahasa Inggris karena gengsi sosial. Akan tetapi perlu kita sadari bahwa kita sebagai rakyat indonesia selayaknya belajar lebih dalam tentang bahasa yang telah membesarkan kita selama ini. Salah satu cara yang bisa dilakukan agar bahasa Indonesia mempunyai gengsi sosial yang tinggi di kalangan masyatakat Indonesia adalah memberikan penghargaan yang proporsional kepada anggota masyarakat yang mampu berbahasa Indonesia (baik lisan maupun tulis) dengan baik dan benar, sebagai bagian dari profesi atau syarat suatu kelulusan dan naik jabatan dari suatu perusahaan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar kita sama saja dengan memperkuat jati diri kita sebagai bangsa indonesia.

Kemajuan atau perkembangan dalam segala aspek kehidupan sebagai dampak kemajuan ilmu dan teknologi menuntut fungsi optimal bahasa Indonesia sebagai saranan komunikasi masyarakat Indonesia. Kita dituntut untuk Berbahasa Indonesia dengan lebih efektif dan efisien dalam berbagai konsep kehidupan yang diperlukan masyarakat Indonesia yang semakin terbuka dan modern sesuai dengan perkembangan jaman.

Bang Somat Sang Penyelamat

Billy adalah seorang anak yang pemalu, sewaktu dia bersekolah ditaman kanak-kanak Harapan Besar dia selalu bermain di dalam kelas sendirian sedangkan anak-anak lain bermain dengan riangnya di luar. Bermain perosotan, jungkat-jungkit dan lain-lain. Guru TK di tempat billy belajar pernah menyuruh billy untuk bermain diluar bersama teman yang lain akan tetapi billy tidak mau, sangat disayangkan guru tersebut langsung menyerah di percobaan pertamanya untuk membuat billy bermain dengan teman yang lain. Keesokkan harinya saat billy sedang berdiam diri di kelas, guru tersebut hanya memberikan mainan untuk dimainkan billy di dalam kelas. Tanpa menyuruh billy bermain dengan teman yang lain. Di rumah pun billy jarang diajak mengobrol oleh orang tuanya bagaimana di perkembangannya di TK nya. Sampai akhirnya billy memutuskan untuk selalu berpura-pura senang dan tersenyum ketika di dekat orang tuanya.

Setelah melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Dasar (SD) di SD jeruk 2, billy menjadi anak yang pendiam dan menjadi korban ke isengan teman sekelasnya. Dengan terus memendam rasa billy tetap sekolah dan terus menerus berpura-pura keadaan baik-baik saja di depan orang tuanya. Dalam hati billy berjuang memendam semua rasa sedih. Sampai akhirnya billy menjadi anak yang cengeng, setiap billy sedih dia selalu menangis dikamarnya sendirian. Sampai air matanya mengering saat billy sedih dia tidak bisa menangis. Dengan berjuang keras di melewati hari-hari sekolahnya dengan senyum kepura-puraan. Bahkan di depan teman bermainnya billy tetap berpura-pura senang. Bagi billy teman hanya teman, mereka ada kalau sedang butuh saja. 

Perasaan itu muncul karena tidak ada satu pun yang mengerti kesedihannya. Tidak ada yang merasa bahwa billy itu anak yang kesepian. Di SD nya billy juga di anggap anak yang aneh. Karena jarang bergaul dengan teman sekelasnya. Oleh karena itu jarang yang mw bermain dengan billy. Pada suatu hari dia bertemu dengan sesosok orang yang baik hati. Namanya bang somat. Bang somat adalah seorang tukang mainan di dekat SD tempat billy belajar.

Bang somat menjual banyak mainan yang cukup menarik, terkadang billy suka berlama-lama melihat-lihat mainan di tempat bang somat berjualan. Pada suatu saat bang somat akhirnya angkat bicara. Bang somat merasakan sesuatu yang aneh pada billy dan dia mulai betanya kepada billy. Setelah mengobrol cukup lama billy pun mulai terbuka. Bang somat yang mengerti perasaan billy dan bang somat pun memberikan dia beberapa nasihat yang cukup membantu dalam masalahnya. Semenjak itu billy dan bang somat sering mengobrol sehabis jam pulang sekolah.

Saat disekolah billy mencoba beberapa saran dari bang somat. Tidak lam kemudian billy mulai mendapatkan teman. Walaupun hanya satu billy sudah cukup senang. Billy bermain setiap hari dengan temannya tersebut. Dia adalah teman pertama billy yang mulai mengubah sedikit kepribadian billy yang unik. Pada suatu saat billy mencari-cari bang somat tapi billy tidak menemukan bang somat dimana-mana. Dia akhirnya bertanya kepada temannya. Tentang bang somat berjualan mainan di dekat sekolah. Setelah mengobrol dengan temannya akhirnya billy tahu. Bang somat tidak pernah berjualan di dekat sekolahnya. Bang somat merupakan khayalan billy semata. Tetapi billy bersyukur berkat adanya bang somat dia dapat berubah sedikit demi sedikit dan mendapat teman bermain disekolahnya.