BAB I
PENDAHULUAN
Dalam bab ini akan dibahas mengenai latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian dan kegunaan penelitian.
1.1 Latar Belakang
Lilin adalah benda yang biasa untuk menerangi saat gelap. Lilin memiliki sumbu di bagian tengah atas dan apabila sumbu tersebut dinyalakan maka perlahan lahan lilin akan meleleh. Biasanya terbuat dari zat lemak yang banyak digunakan untuk melapisi sumbu agar terlindung terhadap udara, air dan perubahan kimia.
Temuan paling awal dari dunia primitif. Sejarah mencatat bahwa orang Mesir sudah menggunakan lilin sejak tahun 3000 SM. Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Sebelum abad ke-19, bahan bakar yang digunakan biasanya adalah lemak sapi (yang banyak mengandung asam stearat. Sekarang yang biasanya digunakan adalah parafin. Dengan menyebarnya penerangan listrik, pada abad I, orang-orang Romawi menggunakan lilin yang sumbunya berupa alang - alang.
Di abad berikutnya, orang-orang Mesir Kuno mengganti batang alang-alang dengan sumbu serat yang dicelupkan ke dalam lemak cair, didinginkan, dan kembali dicelupkan ke dalam lemak cair, didinginkan, dan kembali dicelup sampai ketebalan tertentu. Diduga, lilin langsing itulah nenek moyang lilin batangan modern seperti yang ada sekarang ini.
Dalam suatu pembakaran dibutuhkan agar api dapat menyala yaitu : bahan bakar yang dapat terbakar, panas, dan oksigen, yang memungkinkan timbulnya api disebut dengan segitiga api (fire triangle). Api tersebut hanya dapat terjadi bila ketiga komponen berada pada saat yang bersamaan.
Melihat pentingnya oksigen dalam proses pembakaran untuk itu penulis melakukan percobaan dengan mengganggu pembakaran lilin dengan gangguan udara/oksigen Agar lebih mengetahui tentang proses pembakaran tersebut.
1.2 Identifikasi Masalah
Dengan melihat pentingnya ketiga unsur tersebut dalam suatu proses pembakaran. Tanpa gangguan apapun dengan ketiga unsur tersebut pembakaran akan terjadi dengan sempurna. Dengan diberikan gangguan udara kita dapat melihat perubahan apa yang dialami dalam proses pembakaran.
1.3 Pembatasan Masalah
Dalam percobaan ini kita batasi dengan menggunakan 3 metode, yaitu : gelas yang menutup lilin, lilin di airi dasarnya lalu ditutup dengan gelas gelas dan lilin dinyalakan biasa.
1.4 Perumusan Masalah
Masalah dalam penelitian ini adalah pembakaran lilin. Adapun permasalahnnya adalah “Pengaruh Gangguan Udara Terhadap Pembakaran Lilin”.
1.5 Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui mengetahui pengaruh udara bagi proses pembakaran lilin.
1.6 Kegunaan Penelitian
1.6 Kegunaan Penelitian
Untuk mengetahui bahwa proses pembakaran membutuhkan udara dan memahami bagaimana proses pembakaran tersebut terjadi.
BAB II
LANDASAN TEORI
Dalam bab ini akan diuraikan sejumlah teori yang berhubungan dengan permasalahan yang akan diteliti, yaitu : Gangguan Udara dalam proses pembakaran.
2.1 Pengertian Pembakaran Lilin
Pembakaran adalah sebuah reaksi yang melepaskan energi panas. Begitu dimulai, reaksi tersebut melepaskan panas lebih dari cukup untuk melelehkan lilin lebih banyak sehingga preoses pembakaran terus terjadi. Pada peristiwa pembakaran lilin terjadi perubahan fisika dan perubahan kimia.
Gejala ini disebabkan karena adanya gaya adhesi atau kohesi antara zat cair dan dinding celah tersebut. Kohesi adalah gaya di antara molekul – molekul dengan jenis yang sama dan adhesi adalah gaya antar molekul yang jenisnya berbeda (Giancoli, 2001). Panas api menyebabkan cairan wax menguap dan selanjutnya akan bercampur dengan oksigen sehingga terjadi proses pembakaran.
Dari perbedaan massa lilin sebelum dan sesudah di bakar dapat kita ketahui bahwa paraffin padat yang terbakar juga mengalami penguapan. Proses pebakaran lilin akan mengahasilkan cahaya dan energi panas. Pembakaran ini juga menghasilkan gas dan asap yang terbang keudara. Gas yang dihasilkan adalah gas karbon dioksida (CO2).
2.2 Pengertian Oksigen
2.2 Pengertian Oksigen
Oksigen ditemukan di sekitar kita. Ini adalah salah satu elemen yang paling penting di planet bumi. Oksigen membentuk sekitar 21% dari atmosfer bumi dan 50% dari massa kerak bumi. Oksigen merupakan salah satu atom yang membentuk air (H2O).
Oksigen merupakan elemen penting bagi kehidupan di Bumi. Ini adalah unsur yang paling berlimpah dan terdapat dalam tubuh manusia sampai sekitar 65% dari massa tubuh. Oksigen digunakan oleh hewan dan tumbuhan dalam proses respirasi (pernapasan). Tabung oksigen digunakan untuk mengobati orang yang memiliki masalah pernapasan. Mereka juga digunakan sebagai pendukung kehidupan bagi astronot dan penyelam.
Sebagian besar oksigen yang digunakan dalam industri digunakan dalam pembuatan baja. Aplikasi lain termasuk membuat senyawa baru seperti plastik dan menciptakan api yang sangat panas untuk pengelasan. Oksigen cair dikombinasikan dengan hidrogen cair untuk membuat bahan bakar roket.
2.3 Faktor yang mempengaruhi Pembakaran
Panas + Udara + Bahan Bakar => Pembakaran
Udara dan bahan bakar yang dipanaskan akan menghasilkan pembakaran, sehingga menghasilkan gaya yang diperlukan untuk memutarkan engine. Udara yang mengandung bahan Oksigen diperlukan untuk membakar bahan bakar. Sementara bahan bakar menghasilkan gaya. Ketika bahan bakar dikabutkan di ruang bakar maka bahan bakar akan sangat mudah untuk dinyalakan dan akan terbakar dengan effisien. Pembakaran dapat terjadi ketika campuran bahan bakar dan udara dikompresikan sampai dihasilkan panas yang cukup (+ 1000 derajat F) sehingga dapat menyala tanpa bantuan percikan bunga api.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Dalam bab ini akan diuraikan mengenai metode penelitian yang meliputi waktu dan tempat, metode penelitian, teknik pengumpulan data dan metode analisis data.
3.1 Waktu dan Tempat
Peneilitian dilakukan di Rumah yang beralamat di jalan jeruk manis no 3
3.2 Metode Penelitan
Percobaan ini menggunakan hukum fisika, percobaan yang merupakan hal yang sederhana untuk melihat pengaruh udara terhadapat pembakaran.
3.3 Teknik pengumpulan data
Teknik observasi yaitu melakukan percobaan langsung.
3.4 Analisis Penelitian
Dengan melakukan percobaan langsung dapat dilihat pengaruh udara terhadapat proses pembakaran. Apakah api akan padam atau tetap menyala akan terlihat dalam proses percobaan ini. Percobaan dilakukan dengan objek lilin dan hasilnya dapat kita lihat apakah perbedaan pembakaran tanpa gangguan udara/dinyalakan seperti biasa dengan 2 percobaan yang akan dilakukan tersebut.
BAB IV
LAPORAN PENELITIAN
Bab ini membahas orientasi kancah, persiapan penelitian, pelaksanaan penelitian dan hasil analisis data penelitian.
4.1 Persiapan Penelitian
4.1 Persiapan Penelitian
1.Persiapan Penelitian
Penelitian dilakukan secara langsung dengan menggunakan alat-alat yang telah disediakan. Dengan menggunakan metode yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan alat-alat sebagai berikut:
- Lilin
- Gelas bening
- Piring
- Korek api
- Air
4.2 Pelaksanaan Penelitian
4.2 Pelaksanaan Penelitian
Setelah bahan-bahan disiapkan maka lakukan dua percobaan dengan cara :
Percobaan 1:
- Menyiapkan alat dan bahan
- Nyalakan lilin di atas piring. Kemudian tutup lilin dengan gelas.
- Amati dan catat apa yang terjadi
Percobaan 2:
- Menyiapkan alat dan bahan
- Nyalakan lilin diatas piring
- Beri air secukupnya pada piring
- Tutup lilin dengan gelas
- Amati dan catat apa yang terjadi
4.3 Hasil Analisis Data Penelitian
Hasil Percobaan 1:
Hasil Percobaan 1:
Ketika Lilin ditutup dengan gelas, ternyata nyala lilin makin redup dan akhirnya padam.
Hasil Percobaan 2:
Seperti pada percobaan 1, lilin pelan-pelan redup kemudian padam. Lalu air yang berada diluar gelas tersedot masuk ke dalam gelas dan permukaannya naik.
BAB V
PENUTUP
Pada bab ini akan diuraikan mengenai pembahasan, kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan hasil penelitian.
5.1 Pembahasan
Pada percobaan 1 dapat diketahui bahwa pada saat lilin ditutup dengan gelas, lilin masih menyala karena masih ada udara dalam gelas. Lalu api memanaskan udara lama kelamaan udara habis dan akhirnya lilin padam karena kehabisan udara.
Pada percobaan 1 dapat diketahui bahwa pada saat lilin ditutup dengan gelas, lilin masih menyala karena masih ada udara dalam gelas. Lalu api memanaskan udara lama kelamaan udara habis dan akhirnya lilin padam karena kehabisan udara.
Sementara pada percobaan 2 dapat diamati air masuk ke dalam gelas setelah lilin padam. Hal ini disebabkan tekanan udara di dalam gelas menyusut karena pembakaran atau nyala lilin, lalu udara dalam gelas kososng, sehingga air tersedot masuk ke dalam gelas.
5.2 Kesimpulan
Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan yaitu: udara berpengaruh terhadap pembakaran lilin, dilihat dari padamnya api didalam gelas. Hal ini disebabkan karena ketika terjadi pembakaran dalam gelas, awalnya terjadi pengembangan udara, pada saat yang sama terjadi peningkatan uap air dalam udara. Lilin ditutup dengan gelas akan padam karena kehabisan oksigen. Diruang tertutup oksigen terbatas, hasil pembakarannya Karbondioksida mengumpul digelas, sehingga lilin padam kehabisan oksigen. Dari kedua percobaan dan pengamatan dapat di lihat proses pembakaran memerlukan udara dan ketika udara mendingin, tekanannya menyusut.
Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan yaitu: udara berpengaruh terhadap pembakaran lilin, dilihat dari padamnya api didalam gelas. Hal ini disebabkan karena ketika terjadi pembakaran dalam gelas, awalnya terjadi pengembangan udara, pada saat yang sama terjadi peningkatan uap air dalam udara. Lilin ditutup dengan gelas akan padam karena kehabisan oksigen. Diruang tertutup oksigen terbatas, hasil pembakarannya Karbondioksida mengumpul digelas, sehingga lilin padam kehabisan oksigen. Dari kedua percobaan dan pengamatan dapat di lihat proses pembakaran memerlukan udara dan ketika udara mendingin, tekanannya menyusut.
5.3 Saran
Percobaan sederhana ini dapat membantu dalam pembelajaran disekolah dan dapat diperaktekaan sendiri dirumah. Bahan-bahan cukup sederhana, untuk anak-anak diharapkan meminta bantuan orang tua.
Percobaan sederhana ini dapat membantu dalam pembelajaran disekolah dan dapat diperaktekaan sendiri dirumah. Bahan-bahan cukup sederhana, untuk anak-anak diharapkan meminta bantuan orang tua.
Daftar Pustaka
1. http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-lilin/
2. http://indonesiaindonesia.com/f/121681-sejarah-lilin/
3. http://adlyfirma.blogspot.co.id/2012/04/peranan-oksigen-dalam-proses-pembakaran.html
4. http://adlyfirma.blogspot.co.id/2012/04/peranan-oksigen-dalam-proses-pembakaran.html
5. http://budisma.net/2015/02/pengertian-ciri-dan-sifat-oksigen.html
6. https://dianafrcercon27.wordpress.com/2013/04/01/lilin-perubahan-fisika-atau-kimia/
7. http://disafa-casafa.blogspot.co.id/2011/11/pengaruh-udara-terhadap-pembakaran.html