Billy adalah seorang anak yang pemalu, sewaktu dia bersekolah ditaman kanak-kanak Harapan Besar dia selalu bermain di dalam kelas sendirian sedangkan anak-anak lain bermain dengan riangnya di luar. Bermain perosotan, jungkat-jungkit dan lain-lain. Guru TK di tempat billy belajar pernah menyuruh billy untuk bermain diluar bersama teman yang lain akan tetapi billy tidak mau, sangat disayangkan guru tersebut langsung menyerah di percobaan pertamanya untuk membuat billy bermain dengan teman yang lain. Keesokkan harinya saat billy sedang berdiam diri di kelas, guru tersebut hanya memberikan mainan untuk dimainkan billy di dalam kelas. Tanpa menyuruh billy bermain dengan teman yang lain. Di rumah pun billy jarang diajak mengobrol oleh orang tuanya bagaimana di perkembangannya di TK nya. Sampai akhirnya billy memutuskan untuk selalu berpura-pura senang dan tersenyum ketika di dekat orang tuanya.
Setelah melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Dasar (SD) di SD jeruk 2, billy menjadi anak yang pendiam dan menjadi korban ke isengan teman sekelasnya. Dengan terus memendam rasa billy tetap sekolah dan terus menerus berpura-pura keadaan baik-baik saja di depan orang tuanya. Dalam hati billy berjuang memendam semua rasa sedih. Sampai akhirnya billy menjadi anak yang cengeng, setiap billy sedih dia selalu menangis dikamarnya sendirian. Sampai air matanya mengering saat billy sedih dia tidak bisa menangis. Dengan berjuang keras di melewati hari-hari sekolahnya dengan senyum kepura-puraan. Bahkan di depan teman bermainnya billy tetap berpura-pura senang. Bagi billy teman hanya teman, mereka ada kalau sedang butuh saja.
Perasaan itu muncul karena tidak ada satu pun yang mengerti kesedihannya. Tidak ada yang merasa bahwa billy itu anak yang kesepian. Di SD nya billy juga di anggap anak yang aneh. Karena jarang bergaul dengan teman sekelasnya. Oleh karena itu jarang yang mw bermain dengan billy. Pada suatu hari dia bertemu dengan sesosok orang yang baik hati. Namanya bang somat. Bang somat adalah seorang tukang mainan di dekat SD tempat billy belajar.
Bang somat menjual banyak mainan yang cukup menarik, terkadang billy suka berlama-lama melihat-lihat mainan di tempat bang somat berjualan. Pada suatu saat bang somat akhirnya angkat bicara. Bang somat merasakan sesuatu yang aneh pada billy dan dia mulai betanya kepada billy. Setelah mengobrol cukup lama billy pun mulai terbuka. Bang somat yang mengerti perasaan billy dan bang somat pun memberikan dia beberapa nasihat yang cukup membantu dalam masalahnya. Semenjak itu billy dan bang somat sering mengobrol sehabis jam pulang sekolah.
Saat disekolah billy mencoba beberapa saran dari bang somat. Tidak lam kemudian billy mulai mendapatkan teman. Walaupun hanya satu billy sudah cukup senang. Billy bermain setiap hari dengan temannya tersebut. Dia adalah teman pertama billy yang mulai mengubah sedikit kepribadian billy yang unik. Pada suatu saat billy mencari-cari bang somat tapi billy tidak menemukan bang somat dimana-mana. Dia akhirnya bertanya kepada temannya. Tentang bang somat berjualan mainan di dekat sekolah. Setelah mengobrol dengan temannya akhirnya billy tahu. Bang somat tidak pernah berjualan di dekat sekolahnya. Bang somat merupakan khayalan billy semata. Tetapi billy bersyukur berkat adanya bang somat dia dapat berubah sedikit demi sedikit dan mendapat teman bermain disekolahnya.
0 komentar:
Posting Komentar