Selasa, 04 April 2017

Audit IT dan Forensik

Audit IT  adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Audit IT merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu dan banyak  dipakai  untuk  menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.

Audit trail yang menunjukkan catatan yang telah mengakses sistem operasi komputer dan apa yang dia telah dilakukan selama periode waktu tertentu. Catatan Audit biasanya hasil dari kegiatan seperti transaksi atau komunikasi oleh orang-orang individu, sistem, rekening atau badan lainnya. Audit IT sendiri berhubungan dengan berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen  Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi,  Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. 

Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi yang bersifat online atau real time. Standar tools pada audit, yaitu : COBIT, ITIL, TOGAF, CMM, ZACHMAN, ISO-38500, PRINCE-2, ISO-27001, Val-IT, People CMM, DODAF, BABOK, BMIS, IT BSC, ITABOK, IMBOK, KMBOK, DAMA-DMBOK, SWEBOK, PMI-ACP BOK, RISK IT, ITAF, IT BSC, eTOM.

Jenis audit pada Teknologi Informasi terbagi 2, yaitu :
  1. Audit around the computer
  2. Audit through the computer
Audit Around The Computer merupakan pendekatan audit dengan memperlakukan komputer sebagai kotak hitam (black box). Teknik ini tidak menguji langkah-langkah proses secara langsung, hanya berfokus pada input dan output dari sistem computer. Memeriksa dari sisi user saja, yaitu pada masukan dan keluara tanpa memeriksa lebih terhadap program atau sistemnya.

Kelebihan
  • Proses audit tidak memakan waktu lama karena hanya melakukan audit tidak secara mendalam
  • Tidak harus mengetahui seluruh proses penanganan sistem
Kelemahan
  • Umumnya database mencakup jumlah data yang banyak dan sulit untuk ditelusuri secara manual
  • Tidak membuat auditor memahami sistem komputer lebih baik
  • Mengabaikan pengendalian sistem, sehingga rawan terhadap kesalahan dan kelemahan potensial dalam sistem.
Audit Through The Computer merupakan pendekatan audit dengan melakukan uji coba proses program dan sistemnya (white box). Pendekatan audit yang berorientasi komputer yang berfokus pada operasi pemrosesan dalam system computer. Bila terdapat pengendalian yang memadai dalam pemrosesan, maka kesalahan dan penyalahgunaan dapat dideteksi.

Kelebihan
  • Dapat meningkatkan kekuatan pengujian sistem aplikasi secara efektif
  • Dapat memeriksa secara langsung logika pemprosesan dan sistem aplikasi
  • Kemampuan sistem dapat menangani perubahan dan kemungkinan kehilangan yang terjadi pada masa yang akan datang
  • Auditor memperoleh kemampuan yang besar dan efektif dalam melakukan pengujian terhadap sistem komputer
  • Auditor merasa lebih yakin terhadap kebenaran hasil kerjanya
Kelemahan
  • Biaya yang dibutuhkan relative tinggi karena jumlah jam kerja yang banyak untuk dapat lebih memahami struktur pengendalian intern dari pelaksanaan sistem aplikasi
  • Butuh keahlian teknis yang mendalam untuk memahami cara kerja sistem
Dilihat dari jumlah kasus computer crime dan computer related crime, maka untuk menangani cyber crime dan kejahatan konvensional yang didukung TIK, Sejalan perkembangan, forensik mengalami pergeseran menyangkut subyek forensik, proses, metodologi, hingga meluas ke bidang lain. Salah satunya, muncul istilah forensik komputer/forensik digital seiring makin beragamnya perangkat teknologi, Oleh karena itu peran forensik digital sangat penting. 

Forensik Digital berfungsi untuk Menjelaskan hal seputar digital artefak yakni sistem komputer, media penyimpanan (seperti hard disk atau CD-ROM), dokumen elektronik (misalnya pesan email atau gambar JPEG) atau bahkan paket- paket data yang bergerak melalui jaringan komputer.

Sumber :
  1. http://iqbalhabibie.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/30322/4.IT+forensics.pdf
  2. http://fti.uajm.ac.id/ajar/Etika%20Profesi%20Komputer/04%20IT%20Forensics.pdf
  3. http://ilmuti.org/wp-content/uploads/2014/04/Jarnuji-Pengertian_IT_Audit_dan_IT_Forensic.pdf
  4. http://syatantra.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/37321/Audit+IT.ppt


0 komentar:

Posting Komentar